Bukan Ditertibkan, Ini Alasan Warung Lesehan Ketok Harga di Tegal Tutup

BERITA BAGUS –  Setelah viral di medsos, warung lesehan ‘Bu Anny’ di Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jateng, kini tutup. Pihak Satpol PP Kabupaten Tegal membantah tutupnya warung ini lantaran ditertibkan petugas.

Kabar warung Bu Anny ketok harga tinggi ini sempat menarik perhatian pihak Pemkab Tegal. Instansi terkait meliputi Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dagkop UKM), Satpol PP, serta Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sempat membahas masalah ini dalam rapat gabungan, Jumat (31/5/2019).

Kasi Penyelidikan Dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Tegal, Tavip Mulyartomi, menegaskan petugas Satpol sempat mendatangi warung tersebut tapi bukan untuk menutup. Kedatangan petugas hanya untuk mencari informasi di lapangan terkait berita yang sempat viral itu.

“(Warung) Tidak buka karena memang karena libur, bukan ada penutupan. Kami di sana hanya melakukan investigasi dan mengetahui kebenaran soal harga yang melejit di warung itu,” katanya Tomi.

Kedatangan petugas untuk investigasi ini, kata Tavip Mulyartomi, karena diperintah langsung oleh Bupati Tegal, Umi Azizah. Hasilnya, kata dia investigasi tersebut sesuai informasi yang viral beredar di sosial media.

“Pemerintah tidak bisa langsung semena-mena menutup usaha warung Lamongan lasehan Bu Anny yang dimulainya sejak tahun 2009 itu,” tandasnya.

Baca Juga : Bahaya Sampah Plastik di Laut terhadap Produksi Oksigen

Penertiban hingga menutup sebuah warung usaha tidak bisa dilakukan dengan semena mena. Prosesnya memakan waktu dan pertimbangan.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti, menyatakan mengantisipasi kejadian tersebut Pemkab Tegal menekankan pemilik warung wajib mencantumkan harga.

“Kami kembali menekankan edaran itu. Ini berlaku untuk semua, tidak hanya warung Bu Anny,” tegas Suspriyanti.

Sebelumnya warung makan dengan nama Lesehan Bu Anny yang berlokasi di kawasan Tegal ini heboh karena melakukan ketok harga makanan. Pengunjung yang makan di warung ini ditagih dengan harga makanan yang tak masuk akal.

Setelah viral di media sosial ternyata bermunculan para korban yang juga mengaku pernah mengalami hal menyebalkan ini di warung yang sama. Lewat instagram, para korban menunjukkan bon tagihan usai makan di warung yang tampilannya sangat sederhana ini.

Dari bon yang ditunjukkan bisa dilihat harga makanan di warung ini sangat tinggi dan tak pernah konsisten meskipun untuk menu yang sama.

Bon pertama menunjukkan sang pengunjung menyantap seporsi kepiting, udang, ayam, beberapa gelas es teh manis dan nasi. Total harga untuk semua menu ini Rp 555 ribu.

Pada bon korban lainnya bisa dilihat total harganya sampai Rp 700 ribuan. Pesanan makanan dalam bon ini tertulis 1 porsi kepiting seharga Rp 325 ribu, seporsi udang Rp 225 ribu, 3 menu bebek dan lele seharga Rp 14 ribu dan nasi Rp 70 ribu. Totalnya Rp 760 ribu.

Dan yang tak kalah mencengangkan adalah bon dari pelanggan ketiga yang mencapai Rp 1,7 juta. Menu pesanan pelanggan ini kakap bakar, udang, cumi, burung dara, cah kangkung, nasi dan minum. Dalam bon tertulis total untuk menu ini Rp 1.755.000.

Warung Lesehan 03

Tak hanya bon saja, ada juga korban warung makan nakal ini yang menunjukkan porsi makanan hingga area warung tempat. Seporsi udang yang harganya lebih dari Rp 200 ribu ini ternyata tampak biasa saja dengan jumlah udang yang terbilang porsi standar.
1 Porsi Udang
Di momen arus mudik Lebaran seperti sekarang ini bukan tidak mungkin banyak warung nakal yang melakukan ketok harga. Untuk itu tetap berhati-hati ketika hendak makan di tempat yang belum dikenal. Nah kalau Anda, pernahkah mengalami hal serupa?

Satu tanggapan untuk “Bukan Ditertibkan, Ini Alasan Warung Lesehan Ketok Harga di Tegal Tutup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *