Pasang Spanduk Capres Jokowi di Rumah, Ibu Di Bogor Curhat Anaknya Dikeluarkan dari Pengajian

BERITA BAGUS – Masih ada saja masyarakat yang belum dewasa untuk mau menerima perbedaan dukungan Capres dalam Pilpres 2019.

Kondisi itu terjadi di suatu wilayah di Kota Bogor terhadap seorang relawan pendukung salah satu capres -cawapres.

Sebelumnya, beredar sebuah video seorang wanita yang merupakan relawan salah satu capres memaparkan suka dukanya menjadi relawan.

Ia pun bercerita bahwa sang anaknya tidak diperkenankan mengaji lagi karena diduga Ia dan guru ngaji anaknya berbeda pilihan capres.

Saat ditemui untuk dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, sang ibu yang diketahui bernama Ade membenarkan kejadian itu.

Ade menyampaikan bahwa awalnya setelah satu minggu memasang spanduk capres di depan rumahnya, Ia tidak sengaja bertemu dengan guru ngaji anaknya.

Tiba-tiba guru ngaji itu pun nyampaikan bahwa anaknya itu sudah tidak lagi mengaji ditempatnya.

“Waktu saya lagi belanja di warung kaka saya, dia (guru ngaji) juga lagi belanja, dia bilang ‘anak kamu berhenti kan kamu tau sendiri saya ngajar enggak pernah galak’, saya terus senyum saja.

Terus saya bilang nanti ngaji, karena kan anak saya ada kegiatan diluar, terus kata guru ngajinya ‘oh enggak sudah saya berhentiin’,” katanya saat ditemui disalahsatu kawasan Tanahsareal.

Setelah itu Ade pun menerima keputusan guru ngaji tersebut.

Baca Juga : Hiu Mati Massal di Karimun Jawa, WWF Sarankan Ikan Hiu Tak di Penangkaran

Rupanya keputusan itu malah membuat anaknya protes.

Anaknya protes kepada ayahnya lantaran memasang spanduk capres, sehingga membuatnya dikeluarkan dari pengajian.

“Tadinya kan petamanya saya enggak tau, terus anaknya pas di rumah bilang ‘bapak sih kemarin pasang spanduk Jokowi.

Terus dia nanya ‘Prabowo sama Jokowi itu apa?’, pas anak nanya begitu sama bapaknya di jawab enggak usah tau yang begituan masih anak anak, itu urusan orangtua,” katanya.

Ade juga tak menyangka hal itu bakal menimpa anaknya, karena menurutnya Ia pun tak pernah usil bahkan di keluarga dan tetangga pun seringkali bercanda walaupun berbeda pilihan.

“Iya sering bercanda di keluarga juga sama tetangga. Tapi enggak apa apa kita saling menghargai dan menghormati, enggak ada berantem atau ribut, tapi ini saya juga enggak nyangka,” ujarnya.

Sementara Korwil Tim Dozer Kota Bogor yang merupakan kelompok relawan Jokowi-Maruf Amin, Bagus Harianto menyesalkan kondisi yang menimpa anggota dari relawannya.

Meski demikian Ia tetap berharap agar semua pihak bisa menjaga kebersamaan.

“Saya sangat menyayangkan dan menyesalkan kondisi ini, apalagi sampai anak-anak terkena imbas atau dampak dari perbedaan pilihan di pilpres ini

Saya harap tidak sepert ini lagi dan kalaupun kita berbeda kita harus tetap menjunjung tinggi dan saling menjaga kebersamaan persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Kondisi itu pun mendapat tanggapan dari pengamat politik Yusfitriadi yang juga Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) yang menilai bahwa kondisi itu merupakan tindakan irasional.

“Fenomena ini sebagai tindakan irasional dalam merespon dinamika politik, tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat di negeri ini yang berpolitik dengan menggunakan ‘kaca mata kuda’,” katanya.

Satu tanggapan untuk “Pasang Spanduk Capres Jokowi di Rumah, Ibu Di Bogor Curhat Anaknya Dikeluarkan dari Pengajian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *