Penyebab Batuk yang Tak Boleh Disepelekan, Ketahui Cara Mencegahnya

BERITA BAGUS, Jakarta – Penyebab batuk dapat dipicu oleh beberapa kondisi. Batuk adalah tindakan refleks umum yang membersihkan tenggorokan lendir atau iritasi asing. Seringkali batuk menjadi gejala suatu kondisi tertentu. Meskipun batuk dapat menjadi tanda penyakit serius, lebih sering, batuk akan sembuh sendiri tanpa perlu perhatian medis.

Secara umum, batuk yang berlangsung kurang dari tiga minggu adalah batuk akut. Batuk yang berlangsung antara 3 dan 8 minggu, membaik pada akhir periode itu, adalah batuk subakut. Batuk terus-menerus yang berlangsung lebih dari delapan minggu adalah batuk kronis. Penyebab batuk juga dapat dianalisis melalui tingkat keparahan batuk.

Penyebab batuk dapat berasal dari berbagai faktor. Sebagian besar penyebab batuk dibawa oleh virus. Meski begitu, gaya hidup tidak sehat seperti merokok atau menghirup asap dapat menjadi salah satu penyebab batuk. Mengetahui penyebab batuk dapat mempermudah Anda untuk melakukan penanganan tepat dan cepat.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber, Rabu (3/7/2019) penyebab batuk dan cara mencegahnya.

Penyebab batuk secara umum

Membersihkan tenggorokan

Batuk adalah cara alami tubuh untuk membersihkan tenggorokan. Ketika saluran udara tersumbat oleh lendir atau partikel asing seperti asap atau debu, batuk adalah reaksi refleks yang berusaha membersihkan partikel dan membuat pernapasan lebih mudah. Biasanya, jenis batuk ini relatif jarang terjadi, tetapi batuk akan meningkat dengan paparan iritan seperti asap.

Virus dan bakteri

Penyebab batuk yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu. Infeksi saluran pernapasan biasanya disebabkan oleh virus dan dapat berlangsung dari beberapa hari hingga seminggu. Infeksi yang disebabkan oleh flu mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk sembuh dan kadang-kadang membutuhkan antibiotik.

Merokok

Merokok adalah penyebab umum batuk lainnya. Batuk yang disebabkan oleh merokok hampir selalu merupakan batuk kronis dengan suara yang khas. Ini sering dikenal sebagai “batuk perokok.”

Asma

Penyebab umum batuk pada anak kecil adalah asma. Biasanya, batuk asma melibatkan mengi, sehingga mudah diidentifikasi. Eksaserbasi asma harus menerima perawatan menggunakan inhaler. Dimungkinkan bagi anak-anak untuk tumbuh bersama asma saat mereka bertambah tua.

Obat-obatan

Beberapa obat akan menyebabkan batuk, meskipun ini biasanya merupakan efek samping yang jarang. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan kondisi jantung, dapat menyebabkan batuk. Dua merek yang lebih umum adalah Zestril (lisinopril) dan Vasotec (enalapril). Batuk akan berhenti ketika konsumsi obat dihentikan.

Kondisi lain

Kondisi lain yang dapat menyebabkan batuk termasuk:

  • Kerusakan pada pita suara
  • Infus postnasal
  • Infeksi bakteri seperti pneumonia, batuk rejan, dan croup
  • Kondisi serius seperti emboli paru dan gagal jantung
  • Kondisi umum lainnya yang dapat menyebabkan batuk kronis adalah penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Dalam kondisi ini, isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Aliran balik ini merangsang refleks pada trakea, menyebabkan orang batuk.

Penyebab batuk akut (jangka pendek)

Batuk akut dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti infeksi pernapasan. Batuk akut juga bisa disebabkan oleh demam. Dalam kebanyakan kasus, infeksi berada di saluran pernapasan bagian atas dan mempengaruhi tenggorokan, ini dikenal sebagai infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Contohnya termasuk:

  • flu
  • flu biasa
  • radang tenggorokan

Jika kondisi tersebut adalah infeksi saluran pernapasan bawah, paru-paru terinfeksi, dan / atau saluran udara lebih rendah dari tenggorokan. Contohnya termasuk:

  • bronkitis
  • pneumonia

Penyebab batuk kronis (jangka panjang)

Batuk kronis pada anak-anak paling sering disebabkan oleh asma, tetapi juga bisa dari kondisi seperti post-nasal drip atau GERD. Penyebab batuk kronis yang kurang umum pada orang dewasa termasuk TB (tuberkulosis), infeksi jamur pada paru-paru, dan kanker paru-paru. Batuk kronis dapat disebabkan oleh:

merokok

  • lendir menetes ke tenggorokan dari belakang hidung (post nasal drip)
  • GERD (penyakit refluks gastro-esofagus)
  • asma
  • Obat-obatan

Tindakan pencegahan untuk menghindari batuk

Meskipun batuk adalah reaksi alami untuk membersihkan saluran udara, kondisi ini bisa sangat menganggu aktivitas. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena batuk lainnya.

Berhenti merokok

Merokok adalah penyebab umum batuk kronis. Mungkin sangat sulit untuk menyembuhkan “batuk perokok.” Ada berbagai metode yang tersedia untuk membantu seseorang berhenti merokok, seperti rokok elektronik hingga kelompok saran dan jaringan pendukung. Setelah berhenti merokok, kemungkinan terkena pilek atau batuk kronis jauh lebih kecil.

Perubahan pola makan

Sebuah studi di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menemukan bahwa orang yang makan makanan tinggi buah, serat, dan flavonoid lebih kecil kemungkinannya menderita batuk kronis. Jika Anda memerlukan bantuan untuk mengatur pola makan, dokter mungkin dapat menyarankan atau merujuk Anda ke ahli gizi.

Kondisi medis

Dianjurkan untuk menjauhi siapa pun yang menderita penyakit menular, seperti bronkitis, untuk menghindari kontak dengan kuman. Seringlah mencuci tangan, dan tidak boleh berbagi peralatan makan, handuk, atau bantal.

Jika Anda memiliki kondisi medis yang meningkatkan kemungkinan batuk, seperti GERD atau asma, konsultasikan dengan dokter tentang strategi penanganan yang berbeda. Setelah kondisi ini dikelola dengan benar, Anda mungkin menemukan bahwa batuk akan hilang, atau berkurang.

Satu tanggapan untuk “Penyebab Batuk yang Tak Boleh Disepelekan, Ketahui Cara Mencegahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *