Thailand Kecam Media Asing yang Wawancarai 12 Remaja

BERITA BAGUS_Pemerintah Thailand mengecam media asing yang dinilai seenaknya mewawancarai remaja-remaja yang baru diselamatkan dari gua Tham Luang. Media-media asing itu disebut bertindak tidak bertanggung jawab.
Seperti dilansir BERITA BAGUS,Sabtu (21/7/2018), sebanyak 12 remaja yang berusia 11-16 tahun bersama pelatih mereka yang berusia 25 tahun telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing usai dikarantina di rumah sakit, sejak diselamatkan dari gua Thailand pada awal Juli ini.

Konferensi pers sempat digelar di Chiang Rai sesaat usai mereka keluar dari rumah sakit. Dalam momen itu, setiap pertanyaan disaring dan diperiksa secara teliti oleh otoritas Thailand demi menjaga perasaan dan kondisi mental mereka.

Tidak hanya itu, otoritas Thailand juga meminta media-media lokal maupun asing untuk menahan diri mendekati remaja-remaja itu guna diwawancarai. Saat muncul laporan ada media asing yang mewawancarai remaja-remaja itu di rumah mereka, otoritas Thailand naik pitam.

“Saya merasa sedih bahwa media asing, yang kami anggap memahami hak anak-anak dengan sangat baik dan memahami prosedur melindungi anak-anak, ternyata tak terduga ada di bawah standar,” ucap Deputi Sekretaris Permanen Kementerian Kehakiman Thailand, Tawatchai Thaikyo.

Lebih lanjut, Tawatchai mendorong media untuk mematuhi panduan yang sama ketika mewawancarai anak-anak seperti yang diatur dalam aturan hukum setempat. Di Thailand, seorang psikolog wajib dihadirkan saat sesi tanya-jawab dengan anak-anak dilakukan oleh media.

“Untuk menghentikan membuka kembali luka dalam yang ada di hati anak-anak. Mereka ada di usia yang masih rapuh dan mereka harus dilindungi,” tegasnya.

Dalam pernyataan terpisah, pemerintah Provinsi Chiang Rai merilis pengumuman bahwa Gubernur Chiang Rai,

Prachon Prachsakul, telah menugaskan satgas khusus untuk ‘membahas langkah-langkah untuk melindungi hak-hak anak dari tim sepak bola Wild Boars,

di bawah Undang-Undang Perlindungan Anak yang berlaku di negara ini’.

“Menindaklanjuti laporan-laporan bahwa sejumlah media asing mewawancarai anggota muda tim sepak bola Wild Boars di rumah-rumah mereka setelah mereka keluar dari rumah sakit,

” demikian pernyataan pemerintah Provinsi Chiang Rai.

Pemerintah Provinsi Chiang Rai dalam pernyataannya mengingatkan pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak bisa terancam hukuman.

“Menghadapi hukuman denda maksimum 60 ribu Baht (Rp 25,7 juta) atau hukuman penjara maksimum enam bulan, atau keduanya,” tandas pernyataan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *